SEARCH BLOG Cherries ini (^__^)

Sunday, February 28, 2010

Lontong Cap Go Meh



Apa itu Cap Go Meh dan apa makna di balik perayaannya?

Ternyata, tidak semua warga Suku Tionghoa yang notabene menjalani tradisi ini tahu jawabannya. Rata-rata mereka hanya mengatakan ini adalah tradisi turun-temurun untuk merayakan tahun baru.

Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir perayaan Imlek bagi Etnik Tionghoa. Istilah ini berasal dari dialek bahasa Hokkien/Hokkien. Secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama.

Hal ini diungkapkan Sekretaris II Yayasan Klenteng Ibu Agung Bahari, Sugeng Surianto, kepada Upeks, Kamis (22/2). "Perayaan ini merupakan tradisi yang sudah turun temurun dari nenek moyang kita. Dalam perayaan dilakukan sembahyang bersama memanjatkan doa kepada Dewa Dewi," tambah Sugeng.

Cap Go Meh juga merupakan bulan penuh pertama dalam Tahun Baru Imlek. Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan.
Seperti di Taiwan dirayakan Festival Lampion, di Asia Tenggara dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut. Suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia. (mg03/suk/C)

Source:
http://www.indocina.net/viewtopic.php?f=2&t=35727&start=0

Cap Go Meh 2010


PRJ Gelar Cap Go Meh Festival

Dalam rangka ikut memeriahkan Perayaan Tahun Baru Imlek 2010 nanti, pengelola Jakarta International (JI) Expo telah menjadwal program Cap Go Meh Festival di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 26-28 Februari 2010. Acara yang sudah kali kelima ini berisi pameran produk pernak-pernik Imlek bagi warga Tionghoa dan produk dari industri kecil, seperti makanan minuman, multi product, dan sejenisnya.

Manajer Promosi PT JI Expo, Silvia Hartono mengatakan, pada program Cap Go Meh Festival tahun ini akan memberlakukan sistem tiket sebesar Rp 5000. Sebenarnya harga tiket ini hanya untuk mendapatkan data besarnya jumlah pengunjung. Sedangkan target jumlah pengunjung selama pelaksanaan Cap Go Meh Festival diharapkan mencapai 20-25 ribuan.

”Pemberlakukan harga tiket masuk ini, murni untuk memantau jumlah pengunjung dan respon terhadap program ini. Karenanya, tiket ini pun diberi konpensasi berupa hadiah langsung yang bisa memilih sendiri. Caranya, tukarkan tiket kepada petugas di lokasi pohon angpau berasda. Kemudian pengunjung dipersilakan memetik pohon angpau sesuai seleranya. Jumlah hadiah di pohon angpau cukup banyak atau mencapai ribuan,” ujar Silvia Hartono, Manager Promosi PT JI Expo pada acara gathering dengan wartawan Balaikota DKI di Kebon Sirih, Jakarta, kemarin.


Pohon angpau ini, lanjut Silvia, di sebar pada dua titik di area permainan anak dan di tengah-tengah lokasi pameran Cap Go Meh Festival. Setiap titik terdapat lima pohon angpau. Selain itu ada beberapa pohon angpau yang di luar dua titik itu. Tapi tidak permanen letaknya. Makanya, lebih dari 10 pohon angpau nantinya. (ers)


Source:
http://www.jiexpo.com/jiexpo/CAPGOMEH/prjcapgomeh1.html

Saturday, February 20, 2010

Batik Ditetapkan UNESCO Sebagai Warisan Budaya Indonesia, Pakai Yuk!















Jakarta - United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) hari ini, Jumat (2/10/2009) menetapkan batik sebagai warisan budaya milik Indonesia. Hari yang dinanti-nantikan oleh seluruh penduduk ini pun dijadikan sebagai hari batik.



Rencananya, pengukuhan batik Indonesia oleh UNESCO akan dilakukan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Hal ini telah ditegaskan oleh Menteri Ad-Interim Kebudayaan dan Pariwisata, Mohammad Nuh yang ditemui di Departemen Kominfo, Rabu (30/9/2009) lalu.

"Pengukuhan batik Indonesia oleh UNESCO akan dilakukan kurang lebih pada pukul 20.00 WIB dan Presiden akan mendeklarasikannya secara resmi pada pukul 21.00 WIB" kata M Nuh.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memakai batik pada 2 Oktober secara serentak. Hal ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur atas prestasi serta anugerah yang telah diraih oleh bangsa Indonesia. Seruan ini pun langsung diikuti oleh para kepala daerah di Indonesia.

Tak cuma itu, Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia (PPIM) tidak ketinggalan mengimbau para pelajar Indonesia yang ada di Malaysia untuk menggunakan batik.

"Bersama ini kami ingin menyampaikan berita dan himbauan bahwa Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia sedang menggiatkan program yang kami namakan 'BERDUA BERBATIK' yang merupakan kepanjangan dari “bersama di dua Oktober berbatik"," ujar Ketua Umum PPIM Abdullah Abbas.



Para penjual baju batik pun mendapatkan rejeki dari keputusan UNESCO ini. Karena antusiasme masyarakat untuk memakai batik makin meningkat, batik yang mereka jual pun laris manis bak kacang goreng saja. Hal ini setidaknya terjadi di salah satu toko penjual batik di Pasar Atom Tahap I lantai I, Surabaya.

Soal batik yang akan menjadi hak milik resmi Indoensia ini, negeri Jiran yang juga mengklaim batik, Malaysia sebenarnya tidak tinggal diam. Mendengar UNESCO akan mengukuhkan batik sebagai warisan budaya Indonesia, Wakil PM Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin menyatakan pihaknya akan mempelajari keputusan UNESCO tersebut. Namun hingga detik ini belum diketahui apakah niat Malaysia tersebut berhasil.

Proses pengukuhan batik Indonesia cukup panjang. Berawal pada 3 September 2008 yang kemudian diterima secara resmi oleh UNESCO pada tanggal 9 Januari 2009. Tahap selanjutnya adalah pengujian tertutup oleh UNESCO di Paris pada tanggal 11 hingga 14 Mei 2009.

Ke mana pun Anda pergi hari ini, pakai batik yuk!

(anw/anw)

Source:
http://www.detiknews.com/read/2009/10/02/052605/1213370/10/batik-ditetapkan-unesco-sebagai-warisan-budaya-indonesia-pakai-yuk